Wednesday, November 25

TUGAS AGAMA ISLAM


Merujuk pada perkataan terkenal Nabi, yaitu Islam dibangun atas lima pilar yang harus diikuti : penegasan akan keimanan (syahadat), yaitu, penerimaan akan La ilaha illa 'Llah (tiada satupun Tuhan yang patut disembah selain Allah) dan Muhammadun

rasul Allah (Muhammad adalah utusan Allah); do’a atau sembahyang lima kali sehari (al-salat) dengan menghadap Makkah; berpuasa (al-sawm) yaitu menahan emosi, nafsu dan makan minum serta lainnya yang dilarang semenjak terbit Fajar (shubuh) sampai tenggelamnya matahari (maghrib)selama bulan Ramadhan; berhaji ke Makkah (al-hajj) sekurangnya sekali seumur hidup jika keuangan dan fisik tubuh memungkinkan ; dan membersihkan harta dengan membayar “sedekah” sebesar 2 1/2% (al-zakat) yang digunakan untuk keperluan umat. Muslim juga diperintahkan untuk selalu mengajak lainnya berbuat baik dan mencegah perbuatan keji (buruk). Tata susila atau tat krama bermasyarakat merupakan jantung dari ajaran Islam dimana semua pria dan wanita di anjurkan untuk bertata krama kepada sesama disetiap saat. Seperti perkataan Nabi , "Tidak beriman kamu sebelum kamu mencintai saudaramu seperti engkau mencintai diri sendiri."

Sebagai sebuah keyakinan (al-iman) Islam mengajarkan, keyakinan kepada Allah, Kitab yang telah dturunkanNya, Utusan – utasnNya, Hari Akhir (Hari Kiamat) dan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah.Untuk memahami iman secara sempurna, seorang Muslim harus merujuk kepada Al Qur’an dan Sunnah (Hadits) agar mendapatkan definisi yang sempurna dan pemahaman yang benar sesuai dengan yang ditekankan oleh Agama Islam. Konsep penting lainnya dalam Islam ialah al-ihsan atau kebajikan, dimana saat anda melakukan sesuatu, anda harus berbuat anda melihat Allah, namun jika anda tidak melihat Allah tetapi Allah selalu melihat setiap tindakan anda. Hal ini membuat kita untuk selalu mengingat Allah disetiap saat dan ini merupakan tingkatan tertinggi dari seorang Muslim.

Tuesday, November 24

IBADAH ADALAH?


Tugas manusia di dunia adalah ibadah kepada Allah SWT (51:56). Meskipun merupakan tugas, tetapi pelaksanaan ibadah bukan untuk Allah (51 :57), karena Allah tidak memerlukan apa-apa. Ibadah pada dasarnya adalah untuk kebutuhan dan keutamaan manusia itu sendiri.

Ibadah ('abada : menyembah, mengabdi) merupakan bentuk penghambaan manusia sebagai makhluk kepada Allah Sang Pencipta. Karena penyembahan/pemujaan merupakan fitrah (naluri) manusia, maka ibadah kepada Allah membebaskan manusia dari pemujaan dan pemujaan yang salah dan sesat.

Dalam Islam ibadah memiliki aspek yang sangat luas. Segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah baik berupa perbuatan maupun ucapan, secara lahir atau batin, semua merupakan ibadah. Lawan ibadah adalah ma'syiat.



Ibadah ada dua macam :

1. Ibadah Maghdhah (khusus)
yaitu ibadah yang ditentukan cara dan syaratnya secara detil dan biasanya bersifat ritus. Misalnya : shalat, zakat, puasa, haji, qurban, aqiqah. Ibadah jenis ini tidak banyak jumlahnya.

2. Ibadah 'Amah (Muamalah)
Yaitu ibadah dalam arti umum, segala perbuatan baik manusia. Ibadah ini tidak ditentukan cara dan syarat secara detil, diserahkan kepada manusia sendiri. Islam hanya memberi perintah/anjuran, dan prisnip-prinsip umum saja. Ibadah dalam arti umum misalnya : menyantuni fakir-miskin, mencari nafkah, bertetangga, bernegara, tolong-menolong, dll.

Sesuatu akan bernilai ibadah, jika memenuhi persyaratan :

1. Iman kepada Allah dan Hari akhir (2 :62). Karenanya amal orang kafir seperti fatamorgana.

2. Didasari niat ikhlas (murni) karena Allah, sebagaimana hadis :

Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. dan bagi segala sesuatu tergantung dari apa yang ia niatkan.

3. Dilakukan sesuai dengan petunjuk Allah.

Untuk ibadah maghdhah : harus sesuai dengan petunjuk Al-Quran dan Hadis, Kreativitas justru dilarang. Sehingga berlaku prinsip " Segala ssesuatu dilarang, kecuali yang diperintahkan". Kita dilarang membuat ritus-ritus baru yang tidak ada dasarnya.

Untuk mu'amalah : harus sesuai dengan jiwa dan prinsip prinsip ajaran Islam. Pelaksanaannya justru memerlukan kreativitas manusia. Sehingga berlaku prinsip " Segala-sesuatu boleh, kecuali yang dilarang"

Ibadah pada dasarnya merupakan pembinaan diri menuju taqwa. (2 :21). Setiap upaya ibadah memiliki pengaruh positif terhadap keimanan, lawanya adalah maksyiat yang berpengaruh negatif terhadap keimanan.

Iman bertambah dan berkurang. Bertambahnya iman dengan ibadah, berkurang karena ma'syiat (Hadis)

Setiap ibadah juga memiliki hikmah/tujuan-tujuan mulia, seperti :

- Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar (29 : 45)

- Puasa untuk mencapai taqwa (2 :183)

- Zakat untuk mensucikan harta dan jiwa dari sifat kikir dan tamak ( 9: 103)

- Haji sebagai sarana pendidikan untuk menahan diri dari perkataan dan perbuatan kotor. ( 2;197)

Selain itu juga memiliki keluasan dan keutamaan-keutamaan

Tugas agama islam pak gunawan

TUGAS AGAMA ISLAM